Senin, 01 November 2010

PEMBENTUKAN BUMI


Keingintahuan manusia akan asal usulnya maupun keberadaan kehidupan lain di luar Bumi memang tak pernah lekang dimakan waktu
Pencarian tidak hanya dilakukan untuk mengetahui adakah planet mirip Bumi di suatu sudut semesta, namun pencarian juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana planet mirip Bumi ini bisa terbentuk.
Sebuah penemuan kembali dilaporkan oleh para peneliti di Rice University terkait pembentukan planet serupa Bumi ini. Setitik cahaya baru yakni ditemukannya bukti pertama keberadaan partikel pasir yang mengorbit Tata Surya yang baru lahir pada jarak yang sama dengan jarak Bumi dari Matahari. Tapi memang penemuan ini belum bisa menjawab secara detail kapan dan bagaimana planet terbentuk. Itu semua masih menjadi pertanyaan.
Keberadaan butiran pasir ini tak pelak menjadi sebuah cahaya cerlang bagi para peneliti karena diyakini piringan awan debu disekeliling bintang yang lahir akan berkondensasi membentuk butiran pasir mikroskopik yang kemudian akan berinteraksi dan membentuk kerikil, bongkahan karang dan pada akhirnya sebuah planet.
Dalam studi sebelumnya, para astronom menggunakan sinyal inframerah untuk mengidentifikasi partikel debu mikroskopik disekeliling bintang jauh. Sayangnya metode ini tidak terlalu akurat untuk menginformasikan ukuran partikel tersebut dan jarak dari partikel tersebut dari bintang induknya. Apakah mereka berada dekat bintang, seperti Bumi ke Matahari ataukah mereka berada lebih jauh seperti jarak Jupiter atau Saturnus ke Matahari.
Dalam studi terbaru ini, Christopher Johns-Krull dari Rice University, beserta koleganya dari Amerika Jerman dan Uzbekistan menggunakan cahaya yang dipantulkan dari pasir itu sendiri untuk bisa mengkonfirmasikan keberadaan orbit mereka di sekeliling sepasang bintang bernama KH-15D di konstelasi Monoceros. Bintang tersebut berada pada jarak 2400 tahun cahaya dari Bumi di Cone Nebula, dengan usia 3 juta tahun dibanding Matahari yang sudah 4,5 milyar tahun. Dengan demikian, memang saat ini planet-planet disekitar bintang tersebut baru memulai perjalanan menuju pembentukannya.
Menurut Johns-Krull yang menarik dari sistem ini adalah ia tampak cerlang namun juga redup pada waktu yang berbeda. Dan hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
KH-15D jika dilihat dari Bumi akan tampak berada di tepi. Dari perpektif ini, piringan akan memblok pandangan ke salah satu bintang. Namun kembarannya memiliki orbit yang sangat eksentrik sehingga ia akan terbit diatas piringan dengan interval yang tetap. Gerhana yang terjadi itulah yang memungkinkan studi terhadap bintang tersebut dilakukan. Pada saat bintang tersebut bisa dilihat, ia akan sangat terang sehingga pasir yang diamati tidak akan dapat terlihat. Pengamatan pada bintang KH-15D ini dilakukan dengan menggunakan teknik fotometri maupun spektografik untuk menganalisis data yang dikumpulkan sepanjang 12 tahun pengamatan dari berbagai observatorium. Diantaranya data tersebut dikumpulkan oleh Observatorium Mc Donald di Texas, Observatorium Keck di Hawaii dan VLT di Mount Paranal, Chile.
Menurut William Herbts, astronom dari Wesleyan University di Middletown, Conn, cahaya yang dipantulkan memberi keuntungan bagi mereka untuk melakukan pengamatan terhadap komposisi kimia partikel-partikel pasir tersebut.
Pada akhirnya, tak bisa dipungkiri penemuan ini memang menjadi titik awal yang membuka banyak pintu menuju berbagai penelitian lain pada piringan bintang tersebut, sekaligus pintu yang terbuka dalam pencarian pembentukan planet-planet serupa Bumi.
Sumber : Rice University News Release

Read More

PEMBENTUKAN BUMI

PEMBENTUKAN BUMI DARI SEGI SAINS

teori yang paling populer adalah teori big bang.
Awalnya ada 1 bintang raksasa yang kemudia mengalami supernova, meledak dan materialnya menyebar kemana2.

Material besar yang menyimpan energi menjadi bintang, sementara yang lebih kecil menjadi planet, yang lebih kecil menajdi bulan, asteroid, dan benda langin lainnya. Sesuai kaidah bahwa dua benda akan tarik-menarik sesuai dengan gravitasi yang dimilikinya (yang dipengaruhi oleh massa masing2 benda tersebut), maka benda yang massanya lebih kecil akan tertarik oleh gravitasi benda yang massanya lebih besar. tapi karena adanya gravitasi benda yang lebih kecil tersebut, maka benda yang lebih kecil akan berputar mendekat ke benda yang lebih besar sampai akhirnya dicapai kesetimbangan antara kedua gravitasi kedua sehingga benda yang lebih kecil akan ber-revolusi mengelilingi benda dengan massa yang (jauh) lebih besar. Contoh, planet yang mengelilingi matahari.

Kemudian planet inipun mengalami proses pembentukan dirinya. Sebagai pecahan dari bintang, tentu saja tiap planet memiliki komposisi yang berbeda. Kemudian pengaruh dari radiasi yang diterima tiap planet juga berbeda, maka proses yang terjadi pada tiap2 planet akan berbeda satu-sama lain.

Bumi yang awalnya berupa benda pijar yang panas perlahan2 mengalami pendinginan (energi yang disimpannya cuma sedikit lho, ga sebanyak bintang). Sesuai hukum thermodinamika yang gua sendiri ga tau persisnya (^_^) bumi mengalami perubahan dari bentuk gas --> semakin dingin --> cair, nah pada saat cair inilah material2 mulai mengelompok dan membentuk bagian2 inti, mantel dan kerak.

Khusus untuk kerak, (uap) air yang mulai terbentuk seiring pendinginan bumi mulai mendingin dan turun ke permukaan bumi menjadi air. Nah karena permukaan bumi masih berupa cairan panas, maka air tersebut menjadi uap lagi sementara permukaannya terdinginkan dan mulai mengeras. bayangkan magma yang disemprot air dalam jumlah banyak, lama2 kan permukaan atasnya akan mengeras (karena mendingin) sementara lapisan bawahnya tetap berupa cairan panas. Nah lapisan keras tersebut semakin lama semakin tebal dan sekarang menjadi 'permukaan tanah' tempat manusia dan makhluk hidup lainnya tinggal. Sementara air yang sebagian besar menjadi laut dan samudra, salah satunya berfungsi untuk menjaga suhu kerak bumi tetap dingin.
Posted by meimy at 3:26 AM 3 comments

PEMBENTUKAN BUMI DARI SEGI ISLAM

Adapun yang mengenai relief bumi, Qur-an hanya menyinggung
terbentuknya gunung-gunung. Sesungguhnya dari segi yang kita
bicarakan di sini, hanya sedikit yang dapat kita katakan;
yaitu ayat-ayat yang menunjukkan perhatian Tuhan kepada
manusia dalam hubungannya dengan terbentuknya bumi seperti
dalam:

Surat 71 ayat 19, 21:


Artinya: "Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai
hamparan supaya kamu menempuh jalan-jalan yang
luas di bumi itu."

Surat 51 ayat 48 :


Artinya: "Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik
yang menghamparkan adalah Kami."

(Permadani) yang digelar (dihamparkan) adalah kulit bumi
yang keras yang di atasnya kita dapat hidup. Adapun
lapisanlapisan di bawah adalah sangat panas, cair dan tak
sesuai dengan kehidupan. Ayat-ayat Qur-an yang mengenai
gunung-gunung serta isyarat-isyarat tentang stabilitasnya
karena akibat fenomena lipatan adalah sangat penting.

Surat 88 ayat 19, 20:


Artinya: "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan,
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan."

Konteks ayat mengajak orang-orang yang tidak beragama untuk
melihat fenomena-fenomena alamiah. Ayat-ayat di bawah ini
menjelaskan lebih lanjut:

Surat 78 ayat 6, 7:


Artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai
hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak."

Orang-orang yang beragama itu memakai (autad, kata jamak
dari watad) untuk menetapkan tenda di atas tanah.

Para ahli geologi modern menggambarkan lipatan tanah yang
mengambil tempat duduk di atas relief, dan yang dimensinya
berbeda-beda sampai beberapa kilometer bahkan beberapa puluh
kilometer. Daripada fenomena lipatan inilah kulit bumi dapat
menjadi stabil.

Karena hal-hal tersebut di atas kita tidak heran jika
membaca Qur-an dan mendapatkan pemikiran-pemikiran tentang
gunung-gunung seperti berikut:

Surat 79 ayat 32:


Artinya: "Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh."

Surat 31 ayat 10:


Artinya: "Dia meletakkan gunung-gunung di (permukaan) bumi
supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu."

Kata-kata tersebut diulangi lagi dalam surat 16 ayat 15.
Idea yang sama diterangkan dengan cara yang agak berlainan
dalam surat 21 ayat 31:


Artinya: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung
yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama
mereka. "

Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa cara gunung-gunung itu
diletakkan adalah sangat menjamin stabilitasnya, dan hal ini
sangat sesuai dengan penemuan-penemuan geologi.
Posted by meimy at 3:23 AM 0 comments

MUKA BUMI
Susunan bumi adalah kompleks. Pada waktu ini secara kasar
sekali kita dapat mengatakan bahwa bumi itu mempunyai
lapisan dalam; temperatur disitu sangat tinggi khususnya di
bagian tengah di mana batu-batu masih cair. Adapun lapisan
atas atau kulit bumi merupakan lapisan yang keras dan
dingin. Lapisan atas itu sangat tipis, hanya setebal antara
beberapa kilometer dan beberapa puluh kilometer; sedang
poros bumi itu lebih dari 6.000 kilometer. Dengan begitu
maka kulit bumi, rata-rata tidak sampai 1/100 poros bumi.
Dalam batas 1/100 inilah fenomena-fenomena geologi terjadi.

Yang paling dasar daripada perubahan-perubahan geologi
adalah lipatan yang asalnya adalah rangkaian gunung-gunung.
Terbentuknya lipatan-lipatan itu dalam geologi dinamakan
"orogenese." Proses ini penting sekali karena setelah nampak
relief (pemunculan) yang akan membentuk gunung terjadi pula
gerakan kearah kedalam yang proporsional dengan kulit bumi
yang menjamin tempat duduknya gunung itu dalam lapisan di
bawahnya.

Sejarah tentang pembagian muka bumi menjadi tanah dan lautan
adalah hasil penyelidikan yang masih baru dan masih belum
sempurna, walaupun yang mengenai periode yang tidak sangat
kuno tetapi yang lebih banyak diketahui. Sangat boleh jadi
bahwa timbulnya lautan (hidrosfir) terjadi l/2 milliard
tahun yang lalu. Mula-mula semua benua merupakan satu
kesatuan pada "Zaman Pertama" dan kemudian terserak-serak.
Di lain pihak ada benua-benua atau bagian benua yang muncul
sebagai akibat terjadinya gunung dalam daerah laut (seperti
benua Atlantik Utara dan sebagian dari Europa -- menurut
pandangan Sains modern).

Yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi
adalah munculnya rangkaian gunung-gunung. Para ahli
mengelompokkan semua evolusi bumi, dari periode pertama
sampai periode keempat dengan mengambil pedoman dari tahap
orogenik (gunung-gunung) dan tahap-tahap ini sendiri
dikelompokkan dalam siklus-siklus orogenik, karena tiap-tiap
munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan
antara lautan dan benua. Munculnya gunung-gunung telah
menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan
menumbuhkan bagian-bagian yang baru dan telah merubah
pembagian udara laut dan udara kontinental semenjak
beratus-ratus juta tahun. Udara kontinental hanya mengambil
tempat 3/10 dari seluruh muka bumi.

Dengan cara tersebut di atas kita dapat menyimpulkan secara
sangat tidak sempurna perubahan-perubahan yang terjadi dalam
beberapa ratus juta tahun yang lalu.
Posted by meimy at 3:19 AM 0 comments

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com